Tips Mengelola Keuangan

Saat ini, fenomena kebangkrutan tidak hanya dialami oleh perusahaan besar saja, namun perusahaan terkecil pun seperti rumah tangga bisa mengalaminya. Minimnya pengetahuan pasangan suami istri tentang cara mengelola keuangan ditambah gaya hidup yang dijalani dapat membuat rumah tangga mengalami kebangkrutan.

Sebenarnya, pengelolaan keuangan ini harus dilandasi komunikasi yang baik antara pasangan suami istri. Komunikasikan tujuan jangka panjang atau jangka pendek keuangan keluarga.

Ada dua tipe pengelolaan keuangan yang sering diterapkan dalam keluarga. Ada keluarga yang menyerahkan segala urusan keuangan pada istrinya, karena menganggap istri memiliki kemampuan mengelola keuangan dari pada suami.

Namun ada juga yang menyerahkan segala urusan keuangan  pada suami. Alasannya, istri memiliki sifat boros dalam keuangan. Lalu mana yang lebih baik? Sebenarnya tergantung dari budaya dalam rumah tangga itu sendiri.

Yang terpenting adalah harus ada komunikasi yang baik antara pasangan suami istri, untuk mengetahui apa dan berapa besar keperluan keluarga untuk mencapai tujuan keuangan.

Biasakan untuk mendokumentasikan aset dan utang keluarga. Tujuannya adalah untuk mengetahui seberapa besar kekuatan ekonomi keluarga. Lalu apa saja yang didokumentasikan?

Hal yang perlu dicatat adalah aset lancar (kekayaan yang mudah diuangkan, seperti tabungan dan deposito), dan aset tidak lancar (aset yang tidak mudah diuangkan seperti emas, mobil, motor, rumah dan lain-lain). Dari pencatatan aset tadi, perhatikan adakah yang dibiayai oleh utang? Apabila total aset lebih besar dari utang, berarti keuangan keluarga sudah baik.

Selain itu, untuk mengelola keuangan kita juga perlu mencatat penghasilan dan pengeluaran dalam rumah tangga. Dari selisih antara pendapatan dan pengeluaran, kita bisa mengetahui sisa saldo keuangan rumah tangga. Sisa tersebut bisa dialihkan menjadi tabungan untuk investasi masa depan seperti naik haji, biaya pendidikan anak dan lainnya.

Idealnya, pendapatan bisa dibagi menjadi 30% untuk membayar cicilan, minimal 10% untuk tabungan, 40% untuk untuk pengeluran rutin dan 20% digunakan sebagai pengeluaran pribadi.

Lakukan peninjauan setiap bulan. Perhatikan apakah pengeluaran lebih besar dari pendapatan atau pendapatan yang tidak cukup? Dengan peninjauan yang rutin, kita dapat mengambil langkah yang tepat jika dihadapi oleh suatu masalah. Mengelola keuangan dengan baik bisa membuat semua serba terencana.

Tips Mengelola Keuangan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>